TENTANG PAGI

Pagi seringkali menghadirkan repetisi; seperti saat aku mendengarkan Linkin Park setiap pagi, atau seperti saat aku berlari dan menjemur diri di bawah matahari.

Tak hanya pengulangan, pagi seringkali menghadirkan keberuntungan-keberuntungan; bangun pagi yang membawa berkah atau rejeki. Kemudian kita bisa melihat banyak hal; petani yang tengah berangkat ke sawah, burung-burung yang hinggap di pelataran rumah, tukang becak yang mengantar seorang ibu pergi ke pasar. Atau, barangkali kita bisa melihat anak laki-laki yang berjalan dengan semangat ke sekolah. Lalu, seorang perempuan menyusulnya dengan malu-malu dari belakang.
Di saat-saat seperti itu, kita tahu bahwa di setiap pagi yang baru selalu tumbuh semangat baru—semacam harapan bahwa kita akan bisa melewati hari ini dengan lebik baik dari kemarin.

Aku sering terlupa tentang apa kata—atau kalimat—pertama yang telah kuucapkan setelah bangun tidur?
Aku sering terlupa apakah itu kalimat syukur pada Tuhan yang menandakan bahwa aku masih diberikan nafas dan kesempatan untuk “melihat” dunia dan memperbaiki kesalahan-kesalahan?

Kemarin telah kulalui—esok tetap menjadi misteri. Hari ini, aku bisa melihat dua anak kecil tengah berjalan sambil mengobrol dan tertawa bersama.

Untuk dirimu yang telah melewati malam dengan sabar, kini saatnya kau bangun dengan kemenangan.

Arif Syahertian
07-08-2015
Tulungagung, Jawa Timur.T

Advertisements

Author: A. Syahertian

Senang menulis cerpen.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s