THE MOVING FINGER

SEBUAH ULASAN TENTANG NOVEL: THE MOVING FINGER KARYA AGATHA CHRISTIE

Saya menyukai sifat Megan Hunter. Itu sebabnya saya tidak menaruh kecurigaan terhadapnya. Megan, yang berumur dua puluh tahun dan gemar bersepeda berkeliling desa itu, terlalu polos untuk membalas dendam. Dia orang yang blak-blakan dan tidak mudah tersinggung. Itu sebabnya dia tidak merasa bersalah saat pertama kali menolak cinta Jerry, tokoh utama cerita tersebut—meskipun pada saat terakhir dia menyatakan cintanya pada Jerry.

Saat membaca cerita-cerita detektif Agatha Christie, saya cenderung berusaha untuk tidak menebak pelakunya—pembunuhnya. Kita tahu cerita dalam novel Agatha, kadang-kadang, terlalu kompleks untuk bisa ditebak dengan benar—tak seperti dalam novel Sir Arthur Conan Doyle yang cenderung lebih mudah untuk ditebak siapa pelaku kejahatannya. Singkatnya, keduanya memang mempunyai ciri khas sendiri-sendiri dalam menuliskan cerita. Seperti kata Brian Tracy, setiap orang punya kemampuan dan bakat yang unik.

Jerry, yang pernah jatuh dari pesawat, dianjurkan oleh dokter untuk mencari ketenangan dan kebebasan dengan tinggal di pedesaan; Lymstock. Di desa, ia mendapat perawatan dokter Owen Griffith. Bersamanya adiknya, Joanna, ia menjalani aktivitas sehari-hari dengan tenang di desa.
Dari awal, kita bisa menyimpulkan bahwa Jerry sebenarnya menaruh rasa cinta pada Megan. Sedangkan Owen terlalu terpesona dengan kecantikan Joanna.

Beberapa hari kemudian, Jerry mendapatkan, atau lebih tepatnya dikirimi, surat kaleng yang kata-katanya kotor. Hampir semua orang mendapat surat kaleng, hingga mereka mendengar kabar bahwa Nyonya Symmington mati—bunuh diri. Rasa penasaran pun mendorong Jerry dan Joanna untuk mencari siapa penulisnya—pelakunya.

Agnes, pelayan rumah keluarga Symmington, didapati mati di dalam lemari. Meganlah orang pertama yang mengetahuinya. Semua pelayan merasa panik; demikian juga Elsie Holland, guru cantik pengasuh kedua anak kecil Symmington. Penduduk, mula-mula, merasa lega karena pihak kepolisian telah menangkap pelakunya; Aimée Griffith, adik dokter Owen yang selalu giat dan bersemangat berpramuka.

Di tengah kelegaan itu, hadirlah wanita tua yang gemar menyulam, Miss Marple. Saya kira Miss Marple menggunakan kemampuan deduksinya—tanpa melihat ke TKP, ia tahu apa yang telah terjadi—setelah Jerry, secara tak disadari, telah memberinya fakta-fakta yang penting.
Suatu hari, Jerry masuk mengendap-endap rumah keluarga Symmington. Ia mendapati Megan yang sedang meminta uang pada Tuan Symmington. Bila tak diberi uang, Megan akan melaporkan bahwa ayahnyalah yang meracuni ibunya, Nyonya Symmington. Setelah ayah tirinya menulis cek, Megan pun pergi. Jerry mengetahui apa yang tengah terjadi. Dalam pada itu Nash, pihak kepolisian, datang mengendap dan mengajaknya masuk ke rumah. Begitu mereka masuk, tiba-tiba keduanya mendapati Tuan Symmington sedang menggendong Megan menuju ke oven. Lalu, mereka menangkapnya. Dan Megan pun sadar kembali dan selamat.

Megan, saya kira, telah dijadikan percobaan oleh Miss Marple untuk menangkap Tuan Symmington yang jahat itu.
Jerry agak marah pada Miss Marple saat wanita tua itu melibatkan Megan. Tapi Miss Marple hanya menjawab, “Ya, itu memang berbahaya. Tapi kita hidup di dunia ini bukan untuk menghindari bahaya, Tuan Burton—bila hidup sesama manusia terancam. Mengertikah Anda?”
Kita tahu, Jerry mengerti.

Maka kita bisa menarik kesimpulan bahwa Tuan Symmingtonlah yang telah menulis surat-surat kaleng itu. Ia tega meracuni istrinya. Ia ingin menggantikannya dengan Elsie Holland.
Dan karena Aimée Griffith cinta pada Tuan Symmington,lalu ia mengancam Elsie dengan surat kaleng—mengingat Elsielah orang yang tak pernah mendapatkan surat kaleng.
Dan (mula-mula) Aimée ditangkap sementara Tuan Symmington senang. Tetapi, pada akhirnya, keadaannya menjadi terbalik.

Saya teringat Miss Marple pernah berkata, “Orang-orang yang menulis surat-surat kaleng boleh dikatakan selalu menulis untuk dirinya sendiri juga. Saya rasa itu merupakan, yah, sesuatu yang menyenangkan dalam permainan itu. Fakta itu menarik perhatian saya karena alasan yang lain sama sekali. Itulah satu-satunya kelemahan Tuan Symmington. Dia tak sampai hati menulis surat kotor pada gadis yang dicintainya. Itu merupakan segi yang menarik dari sifat manusia—dan dalam batas tertentu segi yang terpuji dari dirinya—tapi di situlah dia membukakan rahasia dirinya sendiri.”

Di akhir cerita, kita akan mengetahui bahwa Jerry dan Megan menikah, demikian juga Joanna dan Owen.
Agatha Christie memang pandai menulis cerita-cerita yang romantis.

Arif Syahertian
26-06-2015
Tulungagung, Jawa Timur.

Advertisements

Author: A. Syahertian

Senang menulis cerpen.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s