Stu(dying)

Kamis, teman-teman, hari yang paling kubenci. Kamis mempertemukanku dengan guru yang terkenal menyebalkan, guru kimia. Entah mengapa otakku selalu berusaha mengusir rumus-rumus kimia.
Kamis mempertemukanku dengan seragam khas sekolah lengan panjang yang agak tebal dan gerah saat dipakai. Juga mempertemukanku dengan pelajaran-pelajaran lainnya yang sulit dipahami.
Sekolah masuk siang, cuaca yang panas, seragam yang membuat gerah, guru yang menyebalkan, pelajaran-pelajaran yang membingungkan. Membosankan.
Tapi hey, benarkah Kimia itu pelajaran yang membingungkan sekaligus membosankan? Mungkin iya, mungkin tidak.
Harus diperlukan penyampaian yang menarik, humoris, dan keramahan dari guru, agar murid-murid kesannya tidak mengantuk dan dapat mengerti apa yang disampaikan guru.
Pesanku untuk Bapak/ Ibu guru, sampaikanlah materi dengan menarik, ramah, dan humoris.

Kamis membuatku malas pergi ke sekolah. Tetapi, namanya juga sekolah, apa pun yang terjadi, harus kuhadapi. Demi menuntut ilmu. Jika tidak sungguh-sungguh, kasihan orangtua yang telah membanting tulang untuk membayar biaya sekolah.
Aku senang jika pada hari kamis, turun hujan. Setidaknya cuaca menjadi dingin, gerah pun hilang. Apalagi jika libur sekolah jatuh pada hari Kamis, tentu saja aku akan sangat senang sekali.
-Arif Syahertian

Advertisements

Author: A. Syahertian

Senang menulis cerpen.

5 thoughts on “Stu(dying)”

  1. Jadi ingat jaman sma dulu, ngga suka Kimia karena gurunya galak hehe baru lihat orangnya saja langsung mules 😀

    Ayoo semangat belajaar, karena kenyataannya, Kimia itu menyenangkan, apalagi kalau sudah di Lab 🙂

      1. Aku nulis ini hanya untuk mengenang masa2 di SMK. 😀
        Aku lulus tahun 2013.
        Sekarang aku sudah nggak benci Kamis.
        Kamis malam adalah malam yg bagus. Malam yang orang2 banyak melantunkan ayat2 suci Al-Quran.

        Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya malam Jum’at dan harinya adalah 24 jam milik Allah Azza wa Jalla. Setiap jamnya ada enam ratus ribu orang yang diselamatkan dari api neraka.”
        Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: “Barangsiapa yang mati di antara matahari tergelincir hari Kamis hingga matahari tergelincir hari Jum’at, Allah melindunginya dari siksa kubur yang menakutkan.” Imam ja’far Ash-Shadiq (sa) juga berkata: “Malam Jum’at dan hari Jum’at mempunyai hak, maka janganlah sia-siakan kemuliaannya, jangan mengurangi ibadah, dekatkan diri kepada Allah dengan amal-amal shaleh, tinggalkan semua yang haram. Karena di dalamnya Allah swt melipatgandakan kebaikan, menghapus kejelekan, dan mengangkat derajat. Hari Jum’at sama dengan malamnya. Jika kamu mampu, hidupkan malam dan siangnya dengan doa dan shalat. Karena di dalamnya Allah mengutus para Malaikat ke langit dunia untuk melipatgandakan kebaikan dan menghapus keburukan, sesungguhnya Allah Maha Luas ampunan-Nya dan Maha Mulia.”

        Maaf ya mbak, kalau kesannya aku menceramahi/ menggurui. Aku hanya ingin menyebutkan keutamaan tentang Kamis. Dan Jum’at.
        Keep smiling. 🙂

      2. Achsoooo….:)
        Siiiip bagus kalau begitu 👍👍👍👍
        Ngga apa-apa kalem sajaaaa… Khan sudah menjadi kewajiban sesama saudara seiman untuk selalu saling mengingatkan, selamat berhari Jum’at penuh barokah… 😊

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s